Header Ads

Muncul Gejala PMS tapi Tidak Kunjung Menstruasi? Ini 7 Penyebabnya!



AnalisaQQ™ - Pernah merasakan dimana perutmu terasa penuh, moodmu gampang berubah-ubah dan cepat lelah? Lalu wajahmu juga dipenuhi jerawat-jerawat yang seharusnya tidak ada disana.

Semuanya seperti gejala-gejala PMS tapi menstruasimu tidak kunjung datang-datang. Tentu sangat tidak nyaman kan. Tapi jangan khawatir, hal tersebut sangatlah normal kok.

Periode menstruasi yang tidak normal dialami oleh cukup banyak wanita. Jangan enggan untuk pergi mengecek ke dokter kalau kamu merasa kamu sudah tidak menstruasi lebih dari tiga periode. Nah, di bawah ini ada 7 penyebab mengapa kamu hanya merasakan gejala-gejala PMS tanpa menstruasi.


1. Kehamilan

Banyak gejala kehamilan awal, termasuk nyeri payudara, perubahan suasana hati, kelelahan dan kram, adalah gejala yang sama seperti sekedar PMS. Bisa jadi, penyebab kamu mengalami gejala PMS tapi tidak kunjung menstruasi adalah karena ternyata kamu sedang hamil. Cobalah melakukan cek kehamilan untuk memastikannya,


2. Stres

Stres adalah salah satu alasan umum yang menyebabkan seseorang tidak memiliki siklus menstruasi yang teratur. Stres meningkatkan kadar kortisolmu, yang memengaruhi keseimbangan hormonmu termasuk hormon yang mengatur ovarium dan lapisan uterus. 


3. Terlalu banyak berolahraga

Berolahraga adalah salah satu cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menangani PMS, tetapi berolahraga terlalu keras atau terlalu sering bisa mengacaukan siklusmu dan membuatnya tidak teratur. Semua stres fisik, terutama kalau kamu kehilangan banyak lemak di tubuh bisa membuat menstruasimu menghilang dan menyebabkan fluktuasi abnormal dalam kadar hormonmu.

Fluktuasi ini dapat menyebabkan gejala yang menyerupai PMS. Kalau kamu melewatkan menstruasimu selama tiga siklus atau lebih berturut-turut, segera bicaralah dengan doktermu


4. Kondisi tiroid

Tiroidmu mengatur banyak fungsi tubuhmu, termasuk metabolisme dan siklus menstruasimu. Kalau tiroidmu rusak atau sakit, siklusmu bisa menjadi tidak teratur. Hasilnya, kamu masih merasakan gejala PMS tanpa adanya menstruasi itu sendiri.

Pastikan untuk mencari pertolongan dokter kalau kamu mengalami gejala lain dari karena kondisi tiroidmu seperti penurunan atau kenaikan berat badan tanpa sebab yang tidak dapat dijelaskan, gemetar, jantung berdebar-debar hingga kelelahan yang signifikan.


5. Anovulasi

Sesekali, tubuhmu akan menjalani semua perubahan hormonal yang terkait dengan PMS. Namun kalau tubuhmu tidak benar-benar melepaskan telur pada bulan itu, kamu tidak akan mengalami menstruasi.

Hal ini dikenal sebagai sebagai anovulasi. Anovulasi adalah dimana tubuhmu tidak menghasilkan telur atau tidak melepaskan telur meski tetap menjalani siklus haid. Anovulasi terjadi lebih umum daripada yang mungkin orang pikirkan. .


6. Polip rahim

Polip rahim adalah adanya sebuah jaringan pada endometrium yang tidak wajar. Karena polip dapat membuat seseorang lebih sulit untuk hamil.

Selain itu karena ada risiko kecil mereka dapat berkembang menjadi kanker rahim, doktermu berkemungkinan besar ingin mengangkatnya. Paling sering dengan prosedur yang relatif sederhana yang dikenal sebagai histeroskopi.


7. PCOS

Periode menstruasi yang tidak teratur juga bisa disebabkan oleh Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). PCOS adalah suatu kondisi di mana seorang memiliki kelebihan androgen, yang merupakan bahan kimia dalam tubuh yang mempengaruhi fungsi ovarium, pertumbuhan rambut, berat badan dan kepekaan terhadap insulin.

PCOS dapat menghasilkan siklus anovulasi. PCOS juga bisa menyebabkan kista tumbuh di indung telur, yang saat mereka pecah dapat menyebabkan nyeri panggul yang terasa sangat mirip dengan nyeri kram karena PMS. 

Menstruasimu terlambat namun kamu tetap mengalami gejala PMS? Jangan takut karena sebenarnya cukup normal kok. Coba baca penyebab-penyebab di atas, mungkin karena salah satunya. 





Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.