Header Ads

Go-Jek Diguyur Google, JD dan Tencent Rp 12 T Lebih



Jakarta - Unicorn Indonesia, Go-Jek dikabarkan telah kembali mendapat tambahan modal dari investor sebesar US$ 920 juta atau sekitar Rp 12,8 triliun (kurs Rp 14.000). Demikian dilaporkan oleh Techcrunch, Jumat (25/1/2019).

Google dan dua raksasa asal China yakni Tencent dan JD.com diketahui menjadi sumber dana investasi baru tersebut berasal. Bila valuasi itu benar, maka Gojek bisa segera menjadi decacorn, yakni startup dengan valuasi di atas US$ 10 miliar. 

Kesepakatan tersebut diperkirakan bakal diumumkan minggu depan. Modal baru tersebut kemungkinan akan memperkuat posisi Go-Jek sebagai pemain besar start-up di Indonesia dan mengembangkan fintech yang tengah serius digarap.


Dana segar tersebut dikabarkan akan menambah modal yang diperlukan Go-Jek bersaing dengan sesama aplikasi transportasi online lainnya, Grab. 


Di luar investasi baru ini, perusahaan yang berdiri sejak 2015 ini telah mengumpulkan lebih dari US$ 2 miliar dari investor dan membuat valuasi perusahaan telah mencapai US$ 5 miliar. Penggalangan dana perusahaan ride sharing di Asia Tenggara telah naik signifikan setelah Uber memutuskan keluar dari Asia.

Dengan populasi kumulatif lebih dari 620 juta orang dan peningkatan akses internet, Asia Tenggara menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan pemula dan perusahaan teknologi. Raksasa China seperti Tencent dan Alibaba telah meningkatkan area investasi dalam beberapa tahun terakhir, dengan e-commerce, fintech dan layanan infrastruktur 'ground zero' lainnya.

Go-Jek sendiri sejauh ini telah mengembangkan bisnis di luar transportasi dengan menawarkan fintech dan layanan lainnya di Indonesia. Unicorn Indonesia ini juga telah memperluas pasar ke Vietnam, Thailand dan Singapura.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.