Header Ads

Tablig Akbar PA 212 Berujung Laporan ke Bawaslu


Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menggelar tablig akbar di Solo. Jawa Tengah, kemarin. Panitia tablig akbar tersebut memastikan tak ada kegiatan kampanye dalam acara tersebut.

Namun fakta berbeda disampaikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono.
Menurutnya, selain tidak berizin, ada kampanye terselubungdalam acar tersebut.


Karena tidak ada izin, kegiatan mereka juga kita batasi dan kita sekat di beberapa titik. Dan memang betul ternyata saat pelaksanaan bukan mengajak kebaikan, melainkan mengajak massanya untuk coblos nomor dua (2) dan menebar kebencian dan permusuhan, kata Condro kepada wartawan,

Senin (14/1).


Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin kemudian melaporkan kegiatan tersebut

keBaswalu setempat. Mereka melporkan Ketua PA 212 Slamet Ma'arif.
Laporan dibuat oleh Krtua TKD Jokowi-Ma'ruf Surakarta Her Suprabu ke Bawaslu Surakarta hari ini. Suprabu menilai acara tablig akbar yang diselenggarakan pada minggu (13/1) itu sarat dengan konten politik dan kampanye terselubung.


Kami mendapatkan laporan ada ajakan - ajakan terkait kampanye, ada teriakan ganti presiden, kaos ganti presiden. Bahkanada yang lebih substantif, yaitu ajakan mencoblos, ujar Suprabu.

Sejumlah tokoh hadir dalam tablig akbar tersebut. Selain Ketua PA 212 KH Slamet Ma'arif, mantan ketum Pemuda Muhammadiyah, yang juga Koordinator Jubir Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang hadir dalam acara tersebut.

Timses Jokowi juga menyerahkan sejumlah bukti ke Baswalu Surakarta. Bukti yang diberikan ada dalam bentuk foto dan video.

Sudah kita sampaikan beberapa foto-video yang sudah kita terima dari teman-teman relawan,"terangnya.

 Slamet Ma'arif sebagai pihak yang dilaporkan, sudah memberi respons, Ia memastikan akan bersikap kooperatif.

Kita tunggu saja Baswalu nanti.Saya akan kooperatif jika dibutuhkan keterangan oleh Baswalu,'ujar Slamet saat diminta konfirmasi, Senin (14/1).

Meski demikian, laporan atas Slamet Ma'arif belum dapat langsung ditindak lanjuti Baswalu. Sebab, pelapor masih harus melengkapi saksi-saksi yang melihat dan mendenger langsung acara tablig akbar.

Anggota Divisi penidakan Pelanggaran Baswalu Surakarta,Poppy Kusuma, mengatakan pihaknya memberikan waktu  kepada pelapor hingga Rabu (16/1).
Setelah persyaratan dilengkapi,Bawaslu baru  akan melakukan  kajianj dengan tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.