Header Ads

Bermodus Beri Hadiah Ultah, WN Nigeria Ajak Istri Tipu Warga Makassar Rp 99 Juta


Nasional - Warga negara Nigeria bernama Chinedu Jideofor Aneto (30) alias Mr Adam dan istrinya, perempuan asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Nurul Indah Wati (24) diringkus tim Sub Dit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Jumat (8/2) di Surabaya.

Di hari yang sama tapi lokasinya di Denpasar, Bali, Tiara Kristian (33), perempuan asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mantan istri Chinedu juga diringkus.

Ketiganya tersangka penipuan secara online kompak memperdaya seorang wargaMakassar, Desember 2018 lalu bernama Marsida (36), hingga rugi Rp 99 juta.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani didampingi Wadir Kriminal Khusus, AKBP Parojahan Simanjuntak menjelaskan, awal kasus penipuan ini dari pertemanan Marsida dengan pelaku Chinedu Jideofor Aneto menggunakan akun Donny James di facebook.

Pertemanannya bulan November lalu Desember 2018, pertemanan dan komunikasi kian aktif antara keduanya. Hingga suatu hari pelaku menanyakan hari ulang tahun korban dan menyampaikan 10 Desember. Pelaku kemudian menjanjikan hadiah berupa paket uang dolar.

Untuk meyakinkan korbannya, Donny James yang tidak lain adalah Chinedu itu mengirimi Marsida, bukti pengiriman barang dari United Kingdom Australia (UKA) melalu aplikasi messenger.

Selanjutnya seorang perempuan menelepon korban Marsida, mengaku bernama Intan, yang tidak lain adalah Tiara Kristian, mantan istri Chinedu. Intan ini menyampaikan kalau korban mendapat kiriman paket dari Australia tapi korban harus bayar biaya pengiriman paket sebesar Rp 12 juta namun korban hanya mampu transfer Rp 10 juta.

Berikutnya korban ditelepon lagi untuk menebus paket itu dan minta uang lagi guna pembayaran sertifikat pencairan uang dolar. Secara bertahap korban mentransfer hingga totalnya mencapai Rp 44 juta.

Karena paket dolar yang dijanjikan kawan facebooknya, Marsida kemudian menanyakan ke Intan dan mengatakan paket itu ada di Surabaya dan nanti akan ditelepon pihak diplomatik. Seorang laki-laki mengaku bernama Mr Adam yang sebenarnya pelaku Chinedu itu menelpon korban mengaku dari pihak diplomatik.

Tapi katanya karena bahasa Inggris korban belum fasih, Mr Adam kemudian menyerahkan telepon ke asistennya yang tidak lain adalah Nurul Indah Wati, istri Chinedu atau yang mengaku Mr Adam itu.

Korban ditawari apakah jemput sendiri paket dolarnya di Surabaya dengan membawa Rp 70 juta ataukah mentransfer dulu Rp 100 juta baru paketnya dikirimkan. Korban memilih ke Surabaya, 22 Januari 2019 tapi hanya membawa uang Rp 50 juta.

"Singkatnya meski korban sudah bertemu dengan para pelaku di Surabaya, pelaku juga sempat mencuci uang dolar dengan cairan kimia sebagai bumbu tipunya dan berkali-kali beri uang ke pelaku hingga totalnya mencapai Rp 99 juta, paket dolar itu ternyata tidak ada. Isi boks yang sudah berada di tangan korban ternyata hanya berisi lembar-lembar kertas. Pelaku sudah menghilang, korban pun melapor kepolisi hingga akhirnya dua tim penyidik yang berangkat ke Bali dan Surabaya berhasil meringkus pelaku di hari yang sama," kata Dicky Sondani.

Dia menambahkan, ketiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu disangkakan melanggar pasar 52 ayat (2) junto pasal 36 junto pasal 28 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Ancaman pidana paling lama 12 tahun, denda paling banyak Rp 12 miliar. 

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.