Header Ads

Tahun 2018, Makin Banyak Orang Indonesia Terbang Keluar Negeri


Jakarta - Di akhir 2018, ramai cerita soal tiket pesawat mahal. Data BPS membuktikan, sepanjang 2018 memang makin banyak orang Indonesia terbang keluar negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terbaru terkait perkembangan pariwisata dan transportasi selama tahun 2018. Salah satunya terkait jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri selama tahun 2018.


selama Januari-Desember 2018 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 17,9 juta orang atau naik 8,21 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Diketahui, tahun 2017 lalu jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri adalah 16,6 juta orang.

Diketahui, jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) mencapai 7,8 juta orang atau 43,36 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri. Diikuti di posisi kedua ada Bandara Ngurah Rai (Denpasar) 6,4 juta orang atau 35,64 persen.

Sedangkan apabila dibandingkan dengan bulan November 2018, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri pada bulan Desember 2018 adalah sebanyak 1,6 juta orang atau naik 12,04 persen.

Di satu sisi, kalangan traveler mulai mengeluhkan kebijakan maskapai yang menaikkan harga tiket dan pengenaan tarif bagasi di awal tahun 2019. Buntutnya, wisatawan dari Aceh bahkan rela terbang ke Jakarta via Kuala Lumpur karena harga tiket yang dirasa lebih murah dari pada terbang langsung.

Keluhan itu pun berdampak pada penurunan tarif tiket penerbangan sejak 11 Januari 2019 kemarin oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia atau INACA untuk seluruh maskapai nasional yang tergabung di dalamnya. Harga tiket turun kisaran antara 30 hingga 60 persen.






Majalah Analisaqq

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.