Header Ads

Cerita Nadine Chandrawinata tentang Traveling

Image result for nadine chandrawinata

TRAVELING sudah menjadi bagian hidup dari aktris dan model Nadince Chandrawinata (34) selama ini.

Bagi Nadine Chandrawinata, traveling yang berawal dari hobi kini sudah menjadi sebuah pekerjaan untuknya.

Status traveler pun sudah melekat dalam dirinya sejak lama.

Nadine Chandrawinata menegaskan bahwa bagi setiap orang yang ingin melakukan petualangan keliling Indonesia, harus mengetahui esensi dari traveling itu sendiri.

"Kita harus tahu esensi dari traveling sih. Itu poin penting pada orang yang sering jalan-jalan. Jalan-jalan mah bisa di mana aja. Kalau kita enggak punya alasan, atau sesuatu yang esensial dari traveling, menurut aku itu hampa, itu yang membuat travel itu jadi menarik," kata Nadine Chandrawinata ketika ditemui di Kota Kasablanka Mall, Kuningan.

Jika dalam traveling sudah memahami apa esensinya, Nadine menganggap pengalaman dalam traveling bisa diberikan kepada orang lain yang belum melakukannya, seperti sebuah karya, baik buku, lagu, lukisan, apapun ide-ide lainnya.

"Setiap daerah pasti memiliki soul yang berbeda. Jadi menurut aku untuk lihat traveling sesuatu yang fun, kita harus lihat dulu nih, apa istimewa daerah itu," ucapnya.

Kemudian, Nadine mengatakan bahwa ketika melakukan traveling, jangan asik dengan diri sendiri atau bersama gerombolannya. Karena, seorang traveler harus bisa berbaur dengan alam dan warga sekitar.

"Kalau di Indonesia memang masih banyak data yang update. Itu cara paling efektif kita jalani. Kita harus berbaur dengan orang lokal untuk update, apa yang bisa kita lihat dan nikmati," ungkapnya.

"Jadi salah satu solusi berbaur dengan orang lokal, ngobrol, ngopi, solusi dapat kok," tambahnya.

Selama bertahun-tahun menjadi traveler, istri dari aktor Dimas Anggara (30) itu mengaku masih sulit menggunakan bahasa daerah saat traveling ke daerah pelosok di Indonesia.

"Apalagi di pedalaman ya, mereka nggak bisa bahasa Indonesia. Kalau kesulitan pasti ada, kita datang ke sana dan kenal daerah itu, sudah ada budayanya apa logat dan penekanannya. Kalau mereka omongnya keras, sebenarnya hatinya lembut," ungkapnya.

Lanjut Nadine, ia menegaskan bahwa bagi orang yang ingin traveling ke sebuah daerah, harus bisa memiliki "senjata", baik itu bahasa dan keperluan logistik lainnya.






Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.