Header Ads

11 Alasan Medis Mengapa Kamu Masih Merasa Lapar Walau Sudah Makan!



AnalisaQQ™ - Rasa lapar adalah salah satu kode yang tubuh coba sampaikan kepadamu. Kondisi ini berarti tubuhmu membutuhkan asupan energi yang bisa kamu berikan melalui konsumi makanan dan minuman. Kalau rasa lapar ini dibiarkan terus menerus, tubuh pun akan bereaksi lebih keras mulai dari perut yang perih lantaran maag, pusing, mual, hingga pingsan. 

Pada dasarnya, setiap orang mempunyai sistem metabolisme yang berbeda yang memungkinkan datangnya rasa lapar antara satu individu dengan individu lainnya tidak sama. Namun, secara umum, rasa lapar akan datang dalam waktu beberapa jam setelah makan.

Nah, kalau rasa lapar itu muncul terus menerus bahkan setelah makan, hmmm apa artinya, ya? Berikut ini 11 alasan medis yang memungkinkan itu terjadi!


1. Kurang tidur

Saat kamu tidak cukup tidur, kamu akan cenderung merasa lebih mudah lapar. Hal ini dipicu oleh hormon ghrelin, yakni hormon yang berfungsi mengatur nafsu makan. Semakin tinggi hormon ghrelin yang dihasilkan oleh perut, semakin besar pula keinginan untuk makan yang dihasilkan. Karena itulah, dalam diet untuk menurunkan berat badan pun, penting buatmu untuk tetap menjaga siklus tidur dengan baik.


2. Makan dengan distraksi

Gaya hidup modern seolah-olah menuntutmu untuk multitasking, termasuk soal makan. Kamu pun akhirnya makan di meja kerja sembari menyelesaikan pekerjaan atau bahkan terdistraksi dengan hal-hal yang ada di ponsel.

Terpecahnya fokus ini justru hanya akan membuatmu tidak benar-benar menyadari sajian yang tengah disantap. Lebih-lebih, kamu juga jadi tidak mengindahkan kode kenyang yang sebenarnya sudah diberikan oleh tubuh.


3. Terlalu banyak konsumsi karbohidrat olahan

Produk karbohidrat olahan seperti soda, pasta, roti dan sebagainya telah kehilangan kandungan serat, vitamin, dan mineralnya. Sedikitnya kandungan serat ini pun menyebabkan perut jadi lebih cepat dalam mengolah makanan sehingga kamu jadi lebih cepat lapar lagi.

Di samping itu, mengonsumsi karbohirat olahan juga membuat produksi insulin meningkat sebagai respon terhadap tingginya kadar gula darah. Akibatnya, cadangan gula sebelumnya terpaksa dibuang dan membuat kadar gula darah menurun drastis sehingga kamu pun lebih cepat kembali lapar.


4. Kurang minum air mineral

Terkadang, rasa lapar yang kamu rasakan bukanlah rasa lapar akan makanan yang sesungguhnya. Karena itu, cobalah untuk membiasakan diri minum terlebih dahulu sebelum makan. Sebuah studi pun menunjukkan bahwa 14 orang yang minum dua gelas air sebelum makan ternyata mengonsumsi 600 kalori lebih rendah, dibandingkan mereka yang tidak minum air sebelum makan.


5. Frekuensi olahraga terlalu tinggi

Terutama kamu yang memilih aktivitas olahraga seperti HIT atau maraton, kalori yang dibakar akan semakin banyak. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa individu yang terlatih dengan aktivitas semacam ini pun memiliki metabolisme yang lebih cepat.

Maka dari itu, wajar bila rasa lapar yang dimiliki cenderung lebih cepat dibandingkan orang pada umumnya. Untuk mengatasinya, makanan yang kaya kandungan serat menjadi opsi paling tepat untuk konsumsi harian.


6. Level stress terlalu tinggi

Ketika dilanda stres, hormon kortisol yang terkenal sebagai hormon pemicu lapar dan ngidam diproduksi semakin banyak. Kamu pun bisa memperhatikan bukan, bahwa nafsu makanmu di saat stres menjadi lebih tinggi dibandingkan di saat normal? Yang tak kalah berbahaya, asupan yang masuk ketika berada dalam kondisi ini pun kerap kali tidak sehat, yakni seperti: gorengan, keripik kentang, es krim dan lain sebagainya. 


7. Makan terlalu cepat

Kalau kamu termasuk orang yang makan dengan cepat, bisa jadi ini faktor penyebabmu merasa cepat lapar. Bahkan, sebuah riset menemukan bahwa mereka yang makan dengan cepat mengonsumsi kalori 10 persen lebih banyak dan merasa kembali lapar dalam kurun waktu yang singkat.

Semakin cepat kamu menghabiskan makanan, tubuh akan jadi semakin tidak peka terhadap rasa kenyang. Tidak hanya itu, bila kamu makan dengan lebih lambat, tubuh dan otak juga mempunyai lebih banyak waktu untuk mensekresikan hormon antilapar sekaligus memberi sinyal kenyang.


8. Kurang kandungan serat

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kandungan serat dalam makanan diolah lebih lama di dalam perut sehingga membuatmu tidak cepat lapar. Oh ya, perlu diketahui, serat pun ada cukup banyak jenisnya. Beberapa di antaranya juga membuat rasa kenyangmu jadi lebih lama, seperti oatmeal, ubi dan berbagai serat yang larut di dalam air lainnya.


9. Gangguan kesehatan

Rasa lapar yang terus menerus bisa jadi sebuah indikasi gangguan kesehatan tertentu. Kondisi yang paling sering tidak lain adalah diabetes, jadi kamu perlu mengantisipasinya.

Biasanya, penyakit ini juga dibarengi dengan gejala lain seperti kadar gula darah yang tinggi, berat badan yang turun drastis, lelah dan rasa haus yang terus menerus. Selain itu, beberapa gangguan kesehatan lain yang memungkinkan antara lain gangguan kelenjar tiroid, kadar gula darah rendah dan lain sebagainya.


10. Kurang asupan protein

Protein memegang peranan sangat penting dalam mengontrol nafsu makan. Senyawa organik kompleks ini mempunyai sifat menekan rasa lapar sehingga kamu bisa merasa kenyang dalam waktu cukup lama. Tidak hanya itu, mengonsumsi protein pun bisa membantumu untuk tidak berfantasi soal makanan, yang hanya akan membuatmu jadi kembali lapar. 


11. Sedang mengonsumsi obat-obatan

Beberapa jenis obat memberikan efek samping membuatmu jadi lebih cepat lapar seperti antipsikotik (clorazapine, olanzapine), antidepresan, antikejang, pil KB, insulin dan sejenisnya. Karena itu, kalau kamu sedang mengonsumsi obat-obat tertentu dan menemukan nafsu makanmu meningkat, ada baiknya untuk melakukan konsultasi pada dokter untuk mendapat obat atau opsi perawatan lainnya.

Selain 11 hal di atas, rasa lapar yang terus menerus juga sangat mungkin dipengaruhi faktor lain seperti terlalu banyak konsumsi alkohol, terlalu sering mengonsumsi minuman yang berkalori, diet rendah lemak dan lain sebagainya.

Hmmm... banyak juga, ya? Karena itu, pastikan kamu mengenali dulu pola hidup dan tubuhmu dengan baik sehingga kamu pun jadi lebih mudah untuk mengatasi kondisi ini.




Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.