Header Ads

Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Tsunami Menerjang Pantai Anyer


Peristiwa - Ratusan orang meninggal dunia akibat tsunami yang menerjang Bantendan Lampung, pada Sabtu (22/12) malam. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai pukul 07.00 WIB pagi ini, 281 orang meninggal dunia dan 1.016 luka-luka.

Salah seorang saksi yang nyaris menjadi korban bernama ibu Encoh menceritakan kejadian tsunami yang melanda daerahnya. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada pukul 20.30 WIB, saat dirinya sedang santai di teras rumahnya, yang jaraknya lebih kurang 10 meter dari tepi pantai.

Awalnya saya lagi duduk, saya lihat pertama tuh air itu segini (betis). Keduanya hampir sepinggang," ujarnya kepada merdeka.com, saat ditemui di Jalan Raya Karang Bolong, Senin (24/12).

Namun, selang hampir 15 menit air datang lebih besar hingga ketinggian 8 meter.

"Pas ketiga, saya lihat itu (air) di tengah hampir 7 sampai 8 meter. Saya teriak 'tsunami-tsunami', warga pada lari. Saya lari ke gunung sama suami naik motor, warung saya tinggalin, saya aja nggak pakai sendal," jelasnya.

"Sore tuh saya sudah curiga, gunung Krakatau (anaknya) keluarin asap hitam pekat, malamnya itu percikan api kaya kembang api," sambungnya.

Atas kejadian itu, warung dan perabotan rumah tangganya hanyut dibawa arus tsunami Pantai Anyer.

"(Rumah) Lantai satu itu penuh sama air mas, barang-barang hanyut," dia memungkasi.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.