Header Ads

Pakai Ganja Picu Mutasi Genetik pada Sperma

Image result for image Pakai Ganja Picu Mutasi Genetik pada Sperma


Majalah Analisaqq - Penggunaan ganja sebagai pengobatan masih menjadi kontroversi. Namun, di balik klaim manfaatnya, penelitian terbaru menemukan efek tanaman tersebut bagi sperma pria.

Dikutip dari Evening Standard pada Rabu (2/1/2019), sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan dari Duke University di Amerika Serikat menemukan dampak ganja terhadap sperma laki-laki di usia subur. Tidak hanya itu, ada kemungkinan anak-anak yang dikandung bisa terkena efek tersebut.

Para peneliti melihat efek tersebut dalam tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa ini adalah psikoaktif utama yang menyebabkan sensasi melayang saat digunakan.

Studi ini menemukan bahwa THC bisa memicu perubahan struktural dalam DNA pada sperma orang yang menggunakan ganja. Eksperimen pada tikus dan 24 pria menunjukkan adanya perubahan gen dalam DNA yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ.

Walaupun belum jelas apakah anak-anak bisa tertular dampak tersebut, para peneliti memperingatkan adanya kemungkinan tersebut. Mereka menganggap ada perubahan yang mengarah ke sana.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Epigenetics ini menyarankan agar para pria tidak menggunakan ganja, setidaknya enam bulan sebelum percobaan kehamilan.

"Apa yang kami temukan adalah efek penggunaan ganja pada laki-laki dan kesehatan reproduksinya tidak sepenuhnya nihil, di mana ada sesuatu tentang penggunaan ganja yang mempengaruhi profil genetik dalam sperma," kata profesor psikiatri dan ilmu perilaku yang juga penulis studi Scott Kollins.

Sperma para pengguna ganja yang menggunakannya selama seminggu sebelum kehamilan pasangan dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya. Semakin tinggi konsentrasi THC dalam urin pria, semakin terlihat perubahan genetik dalam sperma.

Mutasi genetik sendiri seringkali telah terkait dengan timbulnya kanker.

"Kami tahu bahwa ada efek penggunaan ganja pada mekanisme pengaturan DNA dalam sperma, tetapi kami tidak tahu apakah mereka bisa ditularkan ke generasi berikutnya," kata penulis utama Dr. Susan Murphy. Namun, belum adanya studi yang lebih besar mengarahkan para peneliti untuk berasumsi adanya perubahan ke arah tersebut.

AnalisaQQ™

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.