Header Ads

Cerita Sukses serta Kegagalan Kota- kota di Dunia Mempraktikkan Sistem Ganjil Genap


Jakarta News Indonesia - Majalahanalisa
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendak memperluas pelaksanaan ganjil- genap buat kendaraan roda 4. Apalagi, dikala ini pula dikaji pengaturan ganjil- genap buat sepeda motor. Penjatahan ganjil- genap dicoba dengan menghalangi kendaraan buat dapat mengakses jalur tertentu, setimpal dengan plat no serta bertepatan pada pada hari tersebut. Tujuannya, buat kurangi kemacetan serta polusi hawa. Perihal ini sudah dicoba dikala penyelenggaran Asian Permainan 2018 di Jakarta.

Dikenal, belum lama mutu hawa Jakarta tercantum yang terburuk dibanding kota- kota yang lain di luar negara. Salah satunya diperparah sebab dikala ini masa kemarau. Di negeri lain, permasalahan yang sama pula ditemukan. Mutu hawa yang kurang baik membuat pemerintah kota mempraktikkan sistem ganjil- genap semenjak sebagian tahun kemudian. Berikut kota- kota yang pula mempraktikkan pengaturan ganjil- genap buat kendaraan bermotor:

1. Meksiko Meksiko menghadirkan pengaturan ganjil- genap dekat tahun 1989 buat memerangi polusi hawa. Program ini dinamakan Hoy Nomor Circula alias Hari Dilarang Berkelana.

Metode pengaturannya, ialah melarang plat no tertentu buat melewati jalanan pada satu hari dalam satu minggu. Misalnya, plat no yang angka terakhirnya 5 serta 6 tidak diizinkan melintas pada hari Senin. Hari selanjutnya, buat plat no yang diakhiri dengan angka lain.

Plat no tertentu pula diisyarati dengan stiker bermacam corak. No polisi dengan balik 5- 6 dilarang melintas Senin serta diberi stiker kuning, akhiran 7- 8 buat Selasa diberi stiker merah muda. Akhiran 3- 4 buat Rabu serta berstiker merah, akhiran 1- 2 buat Kamis berstiker hijau, dan akhiran 9- 0 buat Jumat serta diberi stiker biru.

Disebutkan kalau pengaturan ini sukses merendahkan kandungan karbon monoksida( CO) nyaris 11 persen. Tetapi, dalam jangka panjang, orang kesimpulannya membeli lebih banyak mobil. Larangan ini jadi tidak efektif serta tingkat polusi kembali naik.

2. New Delhi, India Organisasi Kesehatan Dunia( World Health Organization) berikan peringkat hawa di New Delhi bagaikan yang sangat kotor di dunia sepanjang 2 tahun berturut- turut pada tahun 2015. Oleh sebab itu, terdapat kebutuhan menekan buat menghalangi jumlah kendaraan unruk kurangi tingkatan polusi di kota. Pelaksanaan ganjil- genap jadi pemecahan yang diambil. Sebagaimana dilansir dari media India, NDTV. com, kebijakan ini telah sebagian kali diterapkan.

Awal, diimplementasi sepanjang 15 hari pada 1- 15 Januari serta bertepatan pada 15- 30 April tahun 2016. Setelah itu, pada November 2017, pengaturan ini kembali diberlakukan sebab polusi yang masih kurang baik. Mobil bernomor ganjil diizinkan berjalan pada bertepatan pada ganjil, sedangkan mobil genap cuma dapat berjalan pada bertepatan pada genap. Memandang kisah- kisah bermacam upaya banyak negeri buat menekan polusi, akankah Jakarta sukses mempraktikkan sistem ganjil genap? Yang tentu, polusi hawa Jakarta wajib lekas ditekan bila warganya tidak ingin dihadapkaerbagai permasalahan kesehatan.

3. Bogota, Kolombia Bogota mempunyai campuran hari serta angka yang lebih ketat dalam pemberlakuan ganjil- genap. Perihal ini membuat warganya tidak bisa menjauhi ketentuan dengan membeli lebih banyak mobil.

Tetapi, kebijakan tersebut tidak kurangi polusi hawa. Karena, orang- orang hendak lebih banyak mengemudi sepanjang jam- jam padat jadwal buat menjauhi ganjil- genap. Perihal ini menampilkan kalau sistem ini cuma efisien bila diterapkan dalam jangka pendek.

4. Italia Italia memberlakukan sistem ganjil- genap dikala mutu udaranya naik. Mobil- mobil juga dilarang melintas di jalanan Milan serta Roma. Milan serta Pavia dikala itu melarang kendaraan melintasi jalur antara jam 10. 00 sampai 16. 00 sepanjang 3 hari berturut- turut.

Milan pula menawarkan potongan harga angkutan universal buat meyakinkan orang- orang buat bergeser ke moda transportasi lain, semacam bis serta kereta api. Sedangkan di Roma, masyarakat dengan plat no ganjil dimohon meninggalkan mobil mereka di rumah pada hari Senin serta mereka yang mempunyai plat no genap dilarang pada hari Selasa. Tetapi, pelaksanaannya dicoba dalam jangka pendek.

5. Beijing, Cina Beijing mulai mempraktikkan pengaturan ganjil- genap saat sebelum Olimpiade 2008. Dikala itu, tingkatan polusi turun sampai 20 persen. Ketentuan itu terus diberlakukan sampai dikala ini secara berkala, cuma pada hari- hari dengan tinggat polusi hawa yang besar.

6. Paris, Prancis Kota ini salah satu yang jadi contoh sempurna kalau pelaksanaan ganjil- genap efisien kurangi polusi. Paris memberlakukan ketentuan plat no ganjil- genap tidak permanen, cuma sepanjang periode polusi hawa besar. Mobil dengan plat no genap dilarang merambah kota antara jam 05. 30 pagi sampai tengah malam. Pada hari- hari tersebut, transportasi universal digratiskan.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.