Header Ads

Penembakan Mati Polisi Di Sumsel Terjadi Sangat Tragis



Jakarta News Indonesia - Majalahanalisa
Tewasnya Kepala Unit Reskrim( Kanitreskrim) Polsek Mesuji Makmur Aipda Anumerta Aprizal dikala bertugas, pada dini bulan Juni 2019 kemudian, berikan duka mendalam untuk aparat kepolisian di Sumatera Selatan( Sumsel).

Aipda Anumerta Aprizal tewas tertembak dikala hendak mengejar pelakon perampokan di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir( OKI) Sumsel.

Dikala pengejaran, korban diprediksi kokoh ditembak oleh salah satu perampok ialah JO( 40), yang berupaya kabur bersama 5 rekannya.

Usai menembak mati korban, JO bersama perampok yang lain melarikan diri serta jadi DPO Polda Sumsel. Sepanjang 2 bulan jadi buronan, 2 dari 6 orang perampok tersebut melarikan diri ke Lampung.

Kapolres OKI Sumsel AKBP Doni Saputra berkata, penangkapan 2 orang pelakon ialah JO serta DA dicoba pada hari Kamis( 1/ 8/ 2019) di Lampung.

Dikala digiring ke kantor polisi, pada hari Jumat( 2/ 8/ 2019) dini hari dekat jam 02. 00 Wib, JO nekat kabur serta melompat ke aliran sungai, yang terletak di Desa Kuto Sari Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu( OKU) Timu Sumsel.

" Dikala itu petugas kita menghentikan laju kendaraan buat buang air kecil. Pelakon menggunakan peluang ini buat kabur, dengan tangan masih diborgol. JO lompat ke dalam sungai," ucapnya kepada Liputan6. com di Rumah Sakit( Rumah sakit) Bhayangkara Palembang.

Para petugas kepolisian berupaya mencari JO sepanjang 45 menit. Dikala ditemui, pelakon telah tewas sebab tenggelam di dalam sungai.

Saat sebelum tewas tenggelam, JO mengakui dirinya yang jadi eksekutor dalam perampokan dan menembak Kanitreskrim Polsek Mesuji Makmur di Kabupaten OKI Sumsel. Sebaliknya DA bertugas mencari calon korban buat dirampok.

Buat menangkap para pelakon perampokan serta penembakan anggota polisi ini, grupnya lumayan kesusahan. Sebab para perampok menguasai teknologi IT, sehingga memudahkan memetakan pergerakan polisi.

" Tetapi kesimpulannya 2 orang pelakon dapat kami ringkus, bersama dengan benda fakta senjata api rakitan( senpira) tipe revolver yang mereka pakai," ucap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi.

4 pelakon yang lain masih dalam pengejaran. Polda Sumsel pula telah mengantongi bukti diri dari para pelakon tersebut.

Permasalahan perampokan sampai membunuh salah satu anggota kepolisian di Sumsel, jadi atensi spesial Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli. Polres OKI Sumsel juga diperintahkan secara spesial buat mengejar serta menangkap para pelakon.

Tadinya, permasalahan perampokan terjalin di rumah Kodri, masyarakat Dusun V, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI Sumsel, pada hari Minggu( 2/ 6/ 2019) dinihari.


Kanitreskrim Polsek Mesuji Makmur bersama Bripda Mahmudi yang lagi aktif patroli, bergegas mengarah posisi perampokan. Mereka didampingi Kepala Desa Beringin Jaya Masdi serta 4 masyarakat setempat.

Dalam ekspedisi, mereka berjumpa komplotan pelakon berjumlah 6 orang yang berboncengan dengan 3 unit motor di atas jembatan.

Aipda Aprizal menghasilkan tembakan peringatan ke hawa sebanyak satu kali, supaya para pelakon menyerahkan diri. Tetapi para pelakon langsung membalas dengan menembak berulang kali ke arah Aipda Aprizal serta rombongannya.

Bripda Mahmudi serta kelima masyarakat yang lain sukses selamat sehabis berlindung di kebun karet di dekat posisi. Sedangkan Aipda Aprizal terserang tembakan di bagian dada.

Mereka setelah itu bawa Aipda Aprizal ke puskesmas setempat buat menemukan penindakan kedokteran, tetapi nyawanya tidak tertolong. Ke 6 pelakon sukses melarikan diri sehabis melanda polisi.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.