Header Ads

Pelaku Hoaks Dan Rasisme Di Wamena Di Kejar Pihak Polisi

Pelaku Hoaks Dan Rasisme Di Wamena Di Kejar Pihak Polisi



Majalahanalisa.com - ANALISAQQ, Aparata TNI-Polri Tengah Melakukan penjagaat ketat terhadap warga di Wamena, Papua, yang sedang mengungsi akibat terjadi nya kerusuhan senin. 23 september 2019. Pihak polisi kini melakukan pengejaran terhadap pelaku yang telah melakukan penyebaran berita hoaks alias bohong dan rasis yang telah mmebuat insiden tersebut terjadi, 

" Dikala ini kami masih mencari pelakon yang membagikan penjelasan palsu ataupun hoaks, sehingga terbentuknya mobilisasi massa yang menyebabkan pembunuhan, penganiyaaan, serta pembakaran beberapa kantor pemerintah, sarana universal, serta permukiman Warga,"

Ia menyebut, grupnya telah mengonfirmasi video rasisme tersebut ke pihak sekolah serta guru.


" Terpaut dengan isu perkataan rasisme itu tidak benar. Kami pula telah menanyakan kepada pihak sekolah serta guru serta kita yakinkan tidak terdapat perkata rasis," jelas Kamal.

Atas kejadian itu, 22 masyarakat sipil wafat dunia serta 72 orang luka- luka. Di antara mereka terdapat yang tewas di kediamannya yang terbakar massa dikala kerusuhan terjalin.

" Kami harap warga di Wamena serta di Tanah Papua tidak gampang buat terprovokasi isu yang belum pasti kebenarannya," tegas Kamal.

Ia pula merinci akibat kerusuhan di Wamena. Tidak hanya puluhan masyarakat sipil wafat dunia, yang lain pula terpaksa wajib mengungsi dengan penjagaan aparat TNI- Polri.

" Wafat dunia 22 orang, luka- luka 72 orang," tutur Kamal.

Sedangkan kehancuran sarana universal serta individu juga terbilang parah. Massa membakar rumah, kendaraan, sampai kantor pemerintahan.

Kerugian Akibat Aksi Anarkistis


Kerugian Materil tercatat kehancuran mobil 80 unit, motor 30 unit, rumah serta toko 150 unit. Setelah itu kantor pemerintah terdapat 5 bangunan yang dirusak, ialah Kantor Bupati, Kantor PLN, Kantor Kejaksaan, Kantor Urusan Agama( KUA), serta Kantor BLH.

Dampaknya, masyarakat ketakutan serta diungsikan ke 4 tempat.

" Di Polres Jayawijaya, Kodim 1702/ Jwy, Gedung DPRD Jayawijaya, serta Gedung Oikumerek Asso Wamena," jelas Kamal.

Peristiwa ini bermula dikala sekelompok massa serta pelajar SMA PGRI menyambangi sekolah Yayasan Yapis pada Senin 23 September 2019 dekat jam 07. 00 Waktu indonesia timur(WIT). Dengan massa dekat 200 orang itu, mereka melaksanakan unjuk rasa lantaran termakan isu hoaks rasisme. Aksi tersebut juga kesimpulannya berujung pada aksi anarkistis.

Sekian Berita Dari Kami ANALISAQQ


Bingung memilih Agen Judi Poker Online Terpercaya? Main saja di Agen Judi Poker Online ANALISAQQ. Hanya dengan 1 id sudah bisa bermain semua permainan. Nikmati juga bonus Refferal 20% Dan Juga Bonus Rollingan 0,3% sampai 0.5%  untuk semua permainan !!

WA: +855-1143-2122

Agen Judi Poker Online Terbaik Dan Terpercaya ANALISAQQ




Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.