Header Ads

Polisi Kembali Menetapkan Terdakwa Baru Pada Permasalahan Kerusuhan Papua

Polisi Kembali Menetapkan Terdakwa Baru Pada Permasalahan Kerusuhan Papua


Majalahanalisa.com Polisi Kembali Menetapkan Terdakwa Baru Pada Permasalahan Kerusuhan Papua. Kepolisian Wilayah Jawa Timur( Polda Jatim) menetapkan seseorang wanita yang tadinya jadi saksi saat ini jadi terdakwa yang bernama Veronica Koman. Dia jadi terdakwa sebab jadi faktor kerusuhan masyarakat Papua di Surabaya, Jawa Timur serta Jayapura, Papua.

Dikala ini Veronica Koman diresmikan jadi terdakwa. Perihal itu juga tidak lepas dari pertumbuhan serta penyidikan kepolisian, sehingga dia yang sebelumnya cuma jadi saksi saat ini berganti status jadi terdakwa.

" Hasil gelar tadi malam, dengan fakta permulaan yang lumayan, terdapat seorang yang awal mulanya dijadikan saksi, bernama samaran VK, telah dikirim 2 pesan pemanggilan saksi buat terdakwa TS, nyatanya yang VK tidak muncul," tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu( 4/ 9/ 2019).

Banyak sekali yang masih penasaran hendak wujud Veronica Koman. Gimana dia dapat jadi terdakwa dalam suatu kerusuhan yang terjalin dikala hari kemerdekaan Indonesia. Beriktu 5 kenyataan wujud Veronica Koman yang Liputan6. com rangkum dari bermacam sumber, Kamis( 5/ 9/ 2019)

Veronica Koman merupakan wanita kelahiran Medan, Sumatera Utara. Vero sapaan akrabnya dalam pembelajaran mencapai gelar bagaikan sarjana hukum pada kampus swasta di Jakarta. Sepanjang ini juga Vero diketahui bagaikan seseorang wanita aktivis yang aktif dalam isu- isu terpaut Papua serta pengungsi dari Timut Tengah.

Apalagi Vero ini merupakan pengacara publik yang berhubungan dengan isu- isu Papua, pengungsian internasional serta pencari suaka. Dia bergerak dalam membagikan dorongan hukum kepada orang yang buta hukum serta tidak mempunyai bayaran secara cuma- cuma.

Banyak dari klien Veronika ini merupakan orang yang berasal dari Afghanistan serta Iran yang mengungsi ke Indonesia. Dia bagaikan pengacara juga menolong para pengungsi ini dalam mencari suaka dengan hukum pengungsi internasional di UNHCR.

Vero yang sebelumnya merupakan saksi yang saat ini berganti statusnya jadi terdakwa sebab hasil dari pengembangan serta penyidikan yang dicoba oleh pihak kepolisian.

Dalam hasil pendalaman dari fakta hp serta pengaduan dari warga, Veronika merupakan orang yang sangat aktif dalam menyebarkan hoaks serta provokasi lewat media sosial baik dalam luar negara ataupun dalam negara.

" VK ini sangat aktif, hasil gelar memutuskan dari fakta serta pengecekan 3 saksi serta saksi pakar kesimpulannya diresmikan bagaikan terdakwa atasnama Veronika Koman," kata Luki.

Veronica ini juga menyebarkan kabar bohong dan provokasi terpaut Papua lewat media sosial Twitter dengan account miliknya bernama@VeronicaKoman.

" Pada dikala peristiwa kemarin, yang bersangkutan tidak terdapat di tempat, tetapi di twitter sangat aktif, memberitakan, mengajak, memprovokasi, turun ke jalur buat esok di Jayapura. Ini pada bertepatan pada 18 Agustus," ucap Luki.

Dari hasil gelar tadi malam, berbekal fakta permulaan yang lumayan, Veronica Koman juga diresmikan jadi terdakwa yang sebelumnya bagaikan saksi. Dikala dia jadi saksi, nyatanya Veronica Koman sepanjang 2 kali penganggilan yang dicoba oleh polisi, dia tidak muncul bagi penuturan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu( 4/ 9/ 2019).

Irjen Pol Luki juga menegaskan, setimpal hasil gelar masalah yang sudah dicoba, Veronica Koman kesimpulannya diresmikan jadi terdakwa dari statusnya yang tadi saksi. Veronica Koman ini salah satu yang aktif melaksanakan provokasi sehingga membuat keonaran.

Pihak Kepolisian Jawa Timur juga pada dikala ini bekerja sama dengan Mabes Polri, BIN, Satgas serta Interpol, sebab Veronica dikala ini terletak di luar negara.

Pasti kala seseorang terdakwa terletak di luar negara, tidak gampang buat membawanya kembali ke Indonesia buat melaksanakan prosedur hukum.

Soal status kewarganegaraan Veronica Koman, Kapolda Jatim menanggapi kalau terdakwa masih berstatus bagaikan masyarakat negeri Indonesia.

" KTP terdakwa WNI, tetapi kayaknya memiliki banyak keluarga berdomisili luar negara," ucap Luki.

Veronica Koman yang dikira aktif bagaikan penyebar kabar hoaks dan provokasi terpaut isu Papua pada waktu itu lewat media sosial Twitternya@VeronicaKoman.

" Pada dikala peristiwa kemarin, yang bersangkutan tidak terdapat di tempat, tetapi di twitter sangat aktif, memberitakan, mengajak, memprovokasi, turun ke jalur buat esok di Jayapura. Ini pada bertepatan pada 18 Agustus," ungkap Ijen Pol Luki.

Sebab dikira sangat aktif melaksanakan provokasi, Veronica Koman dijerat dengan pasal berlapis ialah UU ITE, KUHP pasal 160, UU nomor 1 tahun 1946 serta UU No 40 tahun 2008.

" Jadi kita terdapat 4 undang- undang yang kita lapis," kata Luki.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.