Header Ads

Polri Akui Kesulitan Tangkap Benny Wenda, Hukum Indonesia Tak Bisa Menjangkau!



Polri: Hukum Indonesia tidak bisa menjangkau!

Proses hukum pasca kerusuhan yang terjadi di bumi Cenderawasih, Papua memang tidak mudah. Meski pihak kepolisian sudah menemukan dalang dibalik kerusuhan tersebut, namun Polri masih kesulitan untuk bergerak lebih jauh lagi.

Polri mengungkap, Benny adalah tokoh separatis yang diduga menjadi otak kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Meski pihak berwajib sudah mengantongi dalang dibalik kerusuhan Papua, tapi pihak Polri masih belum dapat menangkap, hal ini terjadi lantaran selain karena Benny sudah bukan lagi WNI, Benny yang kini WNA Inggris juga melakukan aksinya itu di negeri seberang.

Hal inilah yang diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo


BW (Benny Wenda) itu WNA. Kemudian locus (tempat kejadian perkara) dan tempus (tindak pidana)-nya berada di luar negeri. Jelas hukum Indonesia tidak akan menjangkau ke sana, tutur Dedi di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).









Ketika ditanya oleh awak media apakah Polri akan menempuh jalur hukum internasional, seperti bekerja sama dengan Interpol untuk menangkap Benny Wenda, Dedi berdalih jika hal tersebut bukan ranah Polri, tapi sudah masuk ke ranah Kementrian Luar Negeri (Kemenlu)

    Ranahnya Kemenlu, Kemenlu sudah mengambil langkah-langkah diplomatis terkait hal tersebut, ujar dia.

Dedi juga menambahkan, Polri juga telah mengantongi nama-nama WNA yang juga turut berkontribusi atas kerusuhan di Papua, rata-rata mereka menyebarkan pesan hoaks via media sosial itu di masing-masing negaranya.

    Ada beberapa yang sudah kami identifikasi, untuk keterlibatan warga negara asing, yang berada di beberapa negara yang mengunggah konten-konten yang sifatnya provokatif, baik berupa foto, video, atau narasi hoaks, tidak sesuai dengan kejadian di Papua sendiri, kata Dedi.



Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut jika, tokoh separatis Papua, Benny Wenda adalah dalang dibalik kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Moeldoko juga menambahkan jika Benny berperan penting dalam memobilisasi massa beberapa negara, seperti Australia dan Inggris.

    Ya jelas toh. Jelas Benny Wenda itu. Dia mobilisasi diplomatik, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris, ujar Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/9/2019).




Benny diduga menyebarkan konten berbau hoaks di media sosialnya, tak hanya itu saja, Benny juga menyebarkan konten-konten hoaks tersebut melalui sambungan telepon dan aplikasi pesan instan, WhatsApp.

Parahnya lagi, konten-konten hoaks tersebut disebarkan Benny kepada para petinggi negara di kawasan Pasifik.




Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.