Header Ads

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Mengatakan Bebas Menembak Memukul Koruptor

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Mengatakan Bebas Menembak Memukul Koruptor



Majalahanalisa.com - ANALISAQQ, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dalam pidatonya, siapa pun dapat menembakkan peluru kepada pejabat yang melakukan tindak korupsi di negara tersebut. 

Seandai nya Indonesia Seperti ini?? 
mungkin para koruptor aja ketakutan walaupun punya uang banyak

Duterte berkata, warga boleh membunuh menembak mereka, namun jangan sampai membunuhnya.

Bagi warga yang menyerang pejabat yang korup tidak akan dikirim ke penjara, melainkan hanya didakwa dengan perbuatan yang menyebabkan cedera.

"Mereka hanya akan di berikan ancaman yang sangat ringan seperti cedera fisik serius dan akan dibebaskan dengan alasan pembebasan bersyarat," ungkap Durtete dikutip dari laman Newshub, Sabtu (21/9/19).

Duterte meminta warga untuk ikut mengecam tindakan korupsi. Ia mengakui, korupsi merupakan salah satu masalah tersebesar dalam pemerintahannya kini.

"Jika pejabat korup minta suap, tampar pukul hajar mereka," kata Durtete.


Beragam aksi yang dilakukukan oleh Presiden Filipina ini memang acapkali mencuri perhatian dunia.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebijakannya dalam memerangi narkoba dan juga kuroptor yang tidak pernah takut di penjara, walaupun mendapat kritik baik dari kelompok HAM ataupun PBB.

Kebijakan lain yang cukup mencengangkan adalah penghancuran kendaraan yang diimpor secara ilegal. Niatnya ini yakni menumpas orang-orang yang suka melakukan curang yang tak taat pajak.

Sekian Berita Dari Kami ANALISAQQ


Bingung memilih Agen Judi Poker Online Terpercaya? Main saja di Agen Judi Poker Online ANALISAQQ. Hanya dengan 1 id sudah bisa bermain semua permainan. Nikmati juga bonus Refferal 20% Dan Juga Bonus Rollingan 0,3% sampai 0.5%  untuk semua permainan !!

WA: +855-1143-2122

Agen Judi Poker Online Terbaik Dan Terpercaya ANALISAQQ


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh compassandcamera. Diberdayakan oleh Blogger.